"Kalau diduga kemudian dijadikan isu, saya kasihan (kepada Hendropriyono)," ucap Jokowi usai bertemu Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/8) pagi.
Gubernur DKI Jakarta ini tidak mempersoalkan track record mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) tersebut. Ia justru berkeyakinan keterlibatan Hendro hanya sebatas isu dan dugaan.
"Ya enggak apa-apa, semua orang bebas memberikan pendapat. Tapi kan belum jelas masih diduga," ucap mantan Walikota Surakarta itu kepada awak media.
Sebelumnya, pada Sabtu (9/8) pekan lalu, Hendropriyono ditunjuk menjadi penasihat senior Tim Transisi Jokowi-JK. Tim itu dikepalai oleh mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M. Suwandi.
Penunjukkan ini mendapat kecaman dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Hendro disebut terlibat dalam dua kasus pelanggaran HAM yakni Talangsari, Lampung dan pembunahan aktivis Munir.
Koordinator Kontras, Haris Azhar mempertanyakan penunjukkan Hendropriyono sebagai penasihat senior oleh Tim Transisi Jokowi-JK. Pasalnya, Hendropriyono diduga kuat sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam pembantaian Talangsari.
"Joko Widodo sepatutnya paham dengan sejumlah kejahatan kemanusiaan di Indonesia, di mana salah satu kasusnya itu adalah Talangsari 1989 atau pelakunya adalah Hendropriyono," kata Haris.
Menurut Kontras, Hendropriyono juga diduga terkait dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir yang dilakukan oleh agen BIN pada masa kepemimpinannya. Kasus itu hingga kini belum ada kejelasan siapa aktor pelaku utama.
Penulis: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo
Sumber: http://www.gatra.com/politik-1/58636-terlibat-pelanggaran-ham,-jokowi-kasihan-kepada-hendropriyono.html
0 komentar:
Posting Komentar